Dalam sajak-sajaknya, berbagai fenomena tidak sekadar dilukiskan keberadaan inderawiahnya oleh Suminto A. Sayuti. Penyair ini mencoba melakukan penerobosan kulit-kulit gejala itu sehingga Malam Tamansari tidak hanya sekadar adegan percintaan. Di dalamnya terbayang juga serat-serat spiritualisme yang ditimba dari sumur-sumur budaya kejawen. Melalui persilangan dialektis antara keindahan bahasa p…